
Partai politik akan dihadapi sebuah agenda politik yang super sibuk pada 2019 mendatang. Sebab, pada tahun itu akan dihadirkan sebuah kontestasi politik, yaitu Pilpres dan Pileg.
Sebelumnya, pada Juni 2018 juga dihelat sebuah pesta demokrasi Pilkada Serentak. Dengan agenda yang berdekatan itu diperlukan sebuah stratetegi khusus untuk memenangkan pergelaran politik.
Banyak dan berbagai macam ragam strategi yang coba dijalankan, berikut adalah strategi dari beberapa Partai :
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menggelar Forum Group Discussion (FGD) sebagai strategi pemenangan Pemilihan Umum (Pemilu) Legislatif 2019. Agenda ini merupakan rangkaian program pemenangan menyongsong Pemilu 2019 yang akan datang.
“Dua tahun lagi kita menyongsong pesta demokrasi tahunan. Yang menarik, nanti untuk pertama kali dalam sejarah Indonesia menggelar pemilihan serentak sejak keputusan MK tahun 2013 lalu,” kata Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera dalam keterangan tertulis, Rabu (26/7/2017) malam.
Mardani mengungkapkan menghadapi pemilu nanti diperlukan strategi jitu mendorong agar seluruh struktur maupun calon legislator PKS memiliki kemampuan pemataan dapil sebagai salah satu strategi pemilu.
Sebelumnya, Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini mengungkapkan PKS pada Pemilu 2019 menargetkan perolehan suara nasional sebesar 12 persen. Menanggapi hal tersebut, Mardani menyatakan bukan tidak mustahil target itu bisa tercapai.
Ketua Tim Bidang Pemenangan Pemilu dan Pemilukada (BP3) DPP PKS, Agoes Poernomo, “Kita sudah melakukan perhitungan secara mendalam terkait target PKS 2019 tersebut."
Diskusi ini diawali dengan pemaparan mengenai potensi pemenangan dan pemetaan dapil di daerah Purwakarta, Karawang, dan Kabupaten Bekasi. Materi ini disampaikan oleh Agus Poernomo selaku Tim BP3 DPP PKS.
2. Partai Gerindra
Wakil Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Andre Rosiade mengatakan, pihaknya sudah melakukan konsolidasi internal untuk mempersiapkan struktur, kader dan seluruh mesin yang ada untuk mempersiapkan tahun 2019. Kata dia, 2018 adalah pemanasan terakhir jelang pileg dan pilpres yang akan bersamaan.
“Kita minta kader-kader Gerindra yang sudah ada di DPR, DPRD tingkat satu dan dua itu bekerja maksimal untuk kepentingan rakyat agar masyarakat senang melihat kinerja mereka,” ujarnya kepada Okezone, Jumat (29/9/2017).
Tak hanya itu, pihaknya juga mengimbau bagi kader yang bercokol di jajaran eksekutif daerah untuk terus menjaga integritasnya agar tak ikut tertangkap dalam kasus rasuah seperti kini sering terjadi dalam beberapa pekan terakhir. Sebab, pihaknya menilai perkara kasus korupsi itu amat dibenci oleh masyarakat Indonesia.
Sehingga untuk memenangkan kontestasi politik dibutuhkan kader yang tak tersandung kasus korupsi.
“Memastikan kader yang ada di legislatif dan eksekutif menjauhi perilaku korupsi dan bekerja keras memastikan kesejahteraan rakyat,” ujarnya.
Menurutnya, dengan cara memastikan bahwa kader partai berlambang burung garuda itu bersih dari kasus korupsi, maka bakal bisa meraih simpatik masyarakat. Bahkan, pihaknya juga memiliki hasrat untuk ‘mengawinkan’ kemenangan pileg dengan pilpres.
“Sehingga Gerindra menjadi partai pemenang pemilu di 2019 di pileg maupun Pak Prabowo menjadi presiden,” tutupnya.
3. Partai Perindo
Ketua Umum Pemuda Perindo, organisasi sayap partai, Effendi Syahputra mengatakan, pihaknya telah mempersiapkan strategi pemenangan pada Pemilu 2019 mendatang.
"Sebenarnya salah satu strategi itu nanti Bapilu. Nanti dipetakan nih dapil potensial. Kita petakan sosok sosok potensial di masing-masing dapil," kata Effendi kepada Okezone, Kamis (11/10/2017).
Perindo sadar, sebagai partai baru, pemetaan adalah hal yang penting terhadap laju mesin partai. Untuk memenangkan persaingan politik pada pemilu mendatang, Perindo akan mengoptimalkan laju mesin partai dengan membuka seluas-luasnya pintu bagi anak bangsa yang potensial.
"Jadi, Partai Perindo sadar. Kita petakan sosok-sosok potensial di masing-masing dapil. Makanya, pendaftaran caleg sudah dibuka jauh-jauh. Kita buka tanpa syarat, siapapun bisa maju. Nanti ada tim seleksi. Kita petakan korwil yang sudah berjalan," kata Effendi.
Terkait dengan peluang Perindo, Effendi optimis partai berlambang rajawali biru dapat menjadi kekuatan yang diperhitungkan dalam kontestasi politik pada Pemilu 2019 mendatang.
"Yang duduk di senayan saja pun mulai banyak yang antre juga sebetulnya. Tapi mungkin ada yang terang-terangan, ada yang masih malu-malu atau berkaitan dengan etika politik saja," ungkap Effendi.
4.Partai Hanura
Partai Hanura mempersiapkan sejumlah strategi untuk meraih target empat besar pada Pemilu Legislatif 2019.
Hanura menargetkan minimal meraih 56 kursi parlemen.
Ketua DPP Partai Hanura Benny Ramdhani yakin target tersebut tak terlalu muluk meski saat ini Hanura hanya memiliki 16 kursi di parlemen.
"Kami punya model politik yang meyakinkan kami bahwa target masuk empat besar bukan target muluk," kata Benny, dalam konferensi pers di Kuta, Bali, Kamis (3/8/2017).
Benny mengungkapkan sejumlah faktor yang membuat Hanura yakin mampu mendongkrak suara partai sehingga masuk jajaran papan atas.
Pertama, faktor kepemimpinan politik dari Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang dan Ketua Dewan Pembina Partai Hanura Wiranto.
Kedua, Hanura memasang target untuk membentuk infrastruktur partai hingga tingkat ranting.
Misalnya, pada akhir tahun, Hanura menargetkan deklarasi 100 persen kepengurusan di tingkat kecamatan.
Pada 2018, Hanura menargetkan 100 persen kepengurusan di tingkat kelurahan.
"Ini bagian penguatan kelembagaan," kata dia.
Selain itu, strategi untuk memperkuat modal politik Hanura di antaranya adalah memanfaatkan bergabungnya 70 orang anggota DPD RI ke Hanura.
Benny menyebutkan, 40 orang akan mencalonkan diri sebagai calon anggota DPR, sedangkan 30 lainnya kembali mencalonkan diri sebagai anggota DPD.
Sementara itu, diwawancarai terpisah, Sekretaris Jenderal Partai Hanura, Sarifuddin Sudding mengatakan, para anggota eks-DPD tersebut memiliki basis pemilih di daerah pemilihannya masing-masing.
"Dan kami berharap bahwa dengan kehadiran kawan-kawan DPD sebagai calon anggota legislatif lewat Hanura itu bisa mendongkrak perolehan suara partai Hanura di 2019," kata Sudding.
5. Partai Republik
Partai Republik yang dinakhodai Mayjen TNI (Purn) Suharno Prawiro mendaftarkan diri menjadi peserta Pemilu 2019 ke KPU. Suharno beserta Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Republik Unggul Kurniawan Boeko mendatangi Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU) di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.
"Partai Republik daftar Pemilu karena memang sudah lengkap 34 provinsi, lebih dari 75 persen kabupaten kota, dan lebih dari 60 persen kecamatan," ujar Suharno di Gedung KPU, Sabtu (14/10/2017).
Suharno menyadari, partai yang merupakan partai relawan Joko Widodo atau Jokowi ini merupakan partai kecil. Meski belum banyak dikenal orang, Suharno merasa yakin mampu bersaing di Pemilu 2019.
"Kami partai kecil. Sudah harus menyadari bahwa kita kecil, karena kecil akan berkompetisi dengan yang besar, sudah pasti pakai strategi amoeba. Dari kampung ke kampung," kata dia.
Suharno mengimbau, bagi mereka yang merupakan relawan Jokowi dan belum masuk ke dalam struktur partai, untuk bergabung ke Partai Republik.
"Ya. Jadi betul, relawan Pak Jokowi kan sebetulnya menyebar di mana-mana. Yang sudah berpartai silakan berpartai, yang belum berpartai mari masuk Partai Republik," kata Suharno.
0 komentar:
Post a Comment